ragu-ragu ku mencoba dekat
namun akhirnya aku terpikat, aku terjerat
dan aku pun tak bisa mengelak
sebelumnya aku selalu menjauhimu
sebelumnya aku tidak peduli tentangmu
sebelumnya keberadaan mu ku tentang keras
tapi kini kamu dan aku seperti sudah tak terpisahkan lagi
aku menjadi tak berdaya kini tanpamu
sehari tak menemukanmu rasanya lemas badanku
pahit bibirku, hilang selera makanku
jika aku tak ada kamu
sehari tak bertemu tak tenang dalam tidurku
aku seperti diperbudak olehmu
tapi anehnya aku senang
aku tenang setelah ada kamu
saat hati tak karuan kamu yang menenangkanku
kurus badanku kini karenamu
tetapi tetap aku tak pernah peduli
susah buatku ninggalin kamu
jujur banyak rintangan dan lika liku selama aku sama kamu
mulai dari Bapakku yang tidak setuju
sampai pada Ibu yang akhirnya nyerah
karena aku tetep ngotot ngakrabin kamu
aku bukannya keras kepala
tapi ini udah jadi keputusanku
dan aku sadar akan resiko mengakrabi dirimu
tapi aku tak peduli
aku bukan sok'sok an
aku juga bukan preman
aku menikmatimu untuk diriku sendiri
bukan maksudku sok' jagoan
kenapa pandangan orang jadi lain padaku kini
saat aku dan kamu telah sama dekat
kenapa mereka menjadi sibuk sendiri mendesas-desus
apalagi awal-awal melihatku akrab denganmu
kini semua orang telah tahu
dimana ada aku
disitu ada kamu
ga ada yang bisa pisahin kita
sebelum kau yang mati atau aku yang mati..
titik
tapi maafkan aku,
kemarin aku tidak menemuimu, kemarin aku telah kecewain kamu
kemarin telah aku patahin kamu
aku mulai mikir buat jauhin kamu
mengurangi intensitas pertemuan kita
pertemuan aku dan kamu
maaf bukannya aku udah ga peduli sama kamu
tetapi aku telah terlalu sesak selama dekat-dekat kamu
aku ga bisa ... sumpah ga bisa ninggalin kamu
ninggalin kamu itu ga mungkin, hanya mengurangi membayang-bayang
tentang kamu agar aku perlahan-lahan tidak begitu akrab kamu
aku percaya bisa jalanin hari-hari lebih sehat tanpa kamu
makasih udah nemenin aku selama ini
kamu tidak akan aku buang dalam fikiranku
karena berdua dengan itulah saat-saat aku mendapatkan ide, mendapatkan imaji
mendapatkan hayalan indah
kamu menyenangkan
namun mematikan
rokok ku....
renungan ku :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar